 |
Gapura Arah masuk ke Wisata Selo via Magelang |
Boyolali terletak di daerah paling utara kalau dilihat dari
Klaten. Boyolali sangat identik dengan Peternakan Sapi. Tapi guys.. Ternyata
bukan hanya itu saja loh, masih ada Obyek Wisata lain di Boyolali Tersenyum
ini. Diantaranya ialah Jempatan Gantung yang wajib dikunjungi jika kalian
bermain ke Selo, terdapat 2 jempatan yaitu Jembatan Sepi dan Jembatan Windu.
Kebetulan hari kemarin gua habis pergi main kesana, dengerin cerita aku yuk..
Bertepatan dengan libur nglibur sekolah dan menjelang bulan
Ramadhan, gua ingin puas-puasin berwisata karena jika sudah puasa pasti mudah
lelah. Kemarin gua pergi bersama kedua teman, sekitar pukul 10.30 perjalanan
dari rumah. Perjalanan tersebut kita
lewati tanpa adanya bantuan aplikasi GPS, kompas, atau semacamnya, padahal kali
itu adalah pengalaman pertama gua pergi ke Selo. Tapi hal itu tidak membuat gua
bingung, sebelumnya gua dikasih info sama teman gua tentang jalur-jalur yang
dilewati. Yaudah cuma bermodal info dari teman, gua tetap melaju walau sedikit
panik “ah entar kalau ada warga tinggal nanya” batinku.
Ternyata jalur untuk pergi ke Selo Via Klaten tidak seribet
seperti yang gua pikirin sebelumnya. Info dari temanku memang benar, ketika
sudah melewati alun-alun Boyolali, tinggal lurus melewati Stadion, ketika ada
Tugu Sapi belok ke kanan, lurus sedikit lalu ada Bangjo belok ke kiri, dan
tinggal lurus terus. Ini adalah 3 kalinya gua main ke Boyolali, jadi gua engga
terlalu panik dan bingung. Ketika kita masih jalan lurus terus, kita dihadapi
dengan jalanan yang mulai agak rusak, hingga makin kesana makin parah L Karena banyaknya
truk-truk yang melewati hingga membuat banyak jalanan yang berlubang.
Pemandangan Gunung Merapi terlihat jelas, karena cuaca saat
itu cukup terik. Ini adalah pengalaman pertama *mungkin* melihat Gunung Merapi
dari sebelah utara, kalau biasanya gua melihat bagian yang krowak akibat
letusan tahun lalu jika melihat dari belakang rumah. Oke lupakan… setelah kita
mengikuti jalan, seperti melewati Pasar Cepogo,dll kita dihadapkan dengan
jalanan yang berkelok-kelok, naik turun-naik turun, persis seperti banyak orang
bilang di postingan blog mereka. Paling males itu disaat terkena macet di
jalanan yang berkelok2 tersebut, udah panas banget, enggak jalan-jalan, hingga
gua matiin sejenak motor gua. Hal itu terjadi karena sedang ada perbaikan jalan
dan proyek galian. Jadi, harus ngantri dalam dua jalur. Ternyata jalur alternative
melalui desa juga ada, namun hanya khusus sepeda motor dan jalannya sangat
menanjak.